Amélie

Fotografer

lyon

Menciptakan puisi dari potret sederhana.

DENGAN CARA SEDERHANA, SAYA INGIN MENGUBAH CARA PARA WANITA MEMANDANG DIRI MEREKA SENDIRI.

Amélie memiliki mata yang jeli —setelah dengan cermat mempelajari cahaya ruangan, ia sekarang beradaptasi dengan sudut bidikannya, dan menyesuaikan pose modelnya. Tekanan ringan pada tombol shutter dan, dengan menjentikkan jari, waktu seakan terhenti! Seperti yang sudah bisa ditebak, sang ibu muda Perancis yang bertempat tinggal di Lyon (Prancis timur-tengah) ini berprofesi sebagai seorang fotografer. Kilatan lampu dari kamera menggerakkan hatinya, dan ia telah membangun kehidupan baru yang berkaitan dengan passion-nya. Memang, ia memilih untuk meninggalkan karier selama tiga belas tahun di bidang komunikasi untuk mendedikasikan diri sepenuhnya pada seni. Ia bercerita pada kami bahwa keluarga dan teman-temannya selama ini mengenalnya sebagai orang yang berani dan mudah bergaul; karena alasan ini lah, keputusannya sama sekali tidak mengejutkan mereka.

Sebagai seorang anak, Amélie selalu siap dengan kamera di tangan, ia biasa memotret kegiatan liburan dan acara-acara keluarga lainnya. Setelah menjadi seorang ibu, ia sigap memotret anak-anaknya hanya untuk sekedar hobi, dan tak lama, orang-orang mulai menghubunginya untuk mengabadikan pernikahan atau peristiwa kehidupan mereka yang berkesan. Kini, Amélie mendapatkan penghasilan dari fotografi. Ia merasa telah menemukan stabilitas serta makna yang ia ingin capai melalui pekerjaannya.

Wanita muda ini juga mengembangkan jiwanya sebagai seorang seniman dan terlibat dalam sejumlah proyek feminis. Saat ini ia menyelenggarakan pameran untuk merayakan keberagaman dan keindahan alami wanita. Dia juga, memberdayakan para wanita untuk berbicara secara terbuka tentang tubuh mereka, yang masih dibatasi oleh berbagai norma dan tabu. Dengan menggunakan media sosial, ia berhasil mengumpulkan 50 model dengan tinggi badan, ukuran tubuh, dan ras yang berbeda-beda, sebagai penghargaan untuk tubuh wanita. “Dengan cara sederhana, saya ingin mengubah cara para wanita memandang diri mereka sendiri. Menunjukkan potret-potret diri yang dapat mereka kenali, tanpa berusaha menghilangkan ketidaksempurnaan-ketidaksempurnaan kecil sehingga menjadikan kita wanita sejati,” jelasnya. Sejauh ini, pamerannya sukses besar. Berhasil mengumpulkan begitu banyak wanita yang belajar untuk menerima dan mencintai sepenuhnya berbagai bentuk tubuh mereka dengan ketidaksempurnaannya. Berbagai brand baru pun sekarang aktif berkolaborasi dengannya dan menunjukkan dukungan mereka terhadap perjuangan Amélie menyuarakan isu tersebut.

Mimpinya adalah bisa lebih mengembangkan karier artistiknya. Apakah itu dalam proyek personal atau foto-foto pernikahan, Amélie tahu ia begitu beruntung memiliki pekerjaan yang sangat berarti. Di dalamnya, ia menemukan rasa kebersamaan, cara untuk berbagi dan melanjutkan berbagai kenangan, menyimpan jejak dari semua momen emosional ini seumur hidup. Di antara potret-potret yang membentuk bagian dari pameran, ia pun menempatkan foto dirinya, dengan dorongan dari model-model lainnya. Potretnya tersebut berdampingan dengan motto pribadinya: “Percaya pada mimpi-mimpimu, mungkin saja mereka jadi kenyataan; percaya pada dirimu sendiri, dan mereka pasti akan menjadi kenyataan”.

SENSIBIO H2O

Apa dampak bagi kulitnya?

Amélie tahu satu hal yang pasti: setiap wanita itu unik, begitu pun dengan kulitnya. Apa yang ia sukai dari Sensibio H2O micellar water adalah kebersihannya dalam menghapus makeup namun tidak mengiritasi kulit. Memang, selama kegiatan pemotretan, seringkali model perlu berganti-ganti make-up sampai beberapa kali.